Wanita Syi'ah Yang Malang


~ Wanita Syi'ah Yang Malang - Kisah Nyata Dari Bandung ~
Sebuah kisah yang bisa membuat mata kita terbuka tentang islam syiah. Maaf kalau saya menyinggung sebagian pengguna G+

Untuk kedua kalinya wanita itu pergi ke dokter Hanung, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin di kota Bandung. Sore itu ia datang sambil membawa hasil laboraturium seperti yang diperintahkan dokter dua hari sebelumnya. Sudah beberapa Minggu dia mengeluh merasa sakit pada waktu buang air kecil (drysuria) serta mengeluarkan cairan yang berlebihan dari vagina (vagina discharge).

Sore itu suasana di rumah dokter penuh dengan pasien. Seorang anak tampak menangis kesakitan karena luka dikakinya, kayaknya dia menderita Pioderma. Disebelahnya duduk seorang ibu yang sesekali menggaruk badannya karena gatal. Di ujung kursi tampak seorang remaja putri melamun, merenungkan akne vulgaris (jerawat) yang ia alami.

Ketika wanita itu datang ia mendapat nomor terakhir. Ditunggunya satu per satu pasien yang berobat sampai tiba gilirannya. Ketika gilirannya tiba, dengan mengucap salam dia memasuki kamar periksa dokter Hanung. Kamar periksa itu cukup luas dan rapi. Sebuah tempat tidur pasien dengan penutup warna putih. Sebuah meja dokter yang bersih. Dipojok ruang sebuah wastafel untuk mencuci tangan setelah memeriksa pasien serta kotak yang berisi obat-obatan.

Sejenak dokter Hanung menapat pasiennya. Tidak seperti biasa, pasiennya ini adalah seorang wanita berjilbab rapat. Tidak ada yang kelihatan kecuali sepasang mata yang menyinarkan wajah duka. Setelah wawancara sebentar (anamnese) dokter Hanung membuka amplop hasil laboratorium yang dibawa pasiennya. Dokter Hanung terkejut melihat hasil laboratorium. Rasanya ada hal yang mustahil. Ada rasa tidak percaya terhadap hal itu. Bagaimana mungkin orang berjilbab yang tentu saja menjaga kehormatannya terkena penyakit itu, penyakit yang hanya mengenai orang yang sering berganti-ganti pasangan seksual.

Dengan wajah tenang dokter Hanung melakukan anamsese lagi secara cermat.

# “Saudari masih kuliah?”
# “Masih Dok”
# “Semester berapa?”
# “Semester tujuh Dok”
# “Fakultasnya?”
# “Sospol”
# “Jurusan komunikasi massa ya?”

Kali ini ganti pasien terkahir itu yang kaget. Dia mengangkat muka dan menatap dokter Hanung dari balik cadarnya.

# “Kok dokter tahu?”
# “Aah,…….. tidak, hanya barang kali saja!”

Pembicaraan antara dokter Hanung dengan pasien terakhirnya itu akhirnya seakan-akan beralih dari masalah penyakit dan melebar kepada persoalan lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah penyakit itu.

# “Saudari memang penduduk Bandung ini atau dari luar kota?”

Pasien terkahirnya itu tampaknya mulai merasa tidak enak dengan pertanyaan dokter yang mulai menyimpang dari masalah-masalah medis itu. Dengan jengkel dia menjawab.

# “Ada apa sih Dok …. Kok tanya macam-macam?”
# “Aah enggak,… barangkali saja ada hubungannya dengan penyakit yang saudari derita!”

Pasien terkahir itu tampaknya semakin jengkel dengan pertanyaan dokter yang kesana-kemari itu. Dengan agak kesal ia menjawab:

# “Saya dari Pekalongan”
# “Kost-nya?”
# “Wisma Fathimah, jalan Alex Kawilarang 63”
# “Di kampus sering mengikuti kajian islam yaa”
# “Ya, … kadang-kadang Dok!”
# “Sering mengikuti kajian Bang Jalal?”

Sekali lagi pasien itu menatap dokter Hanung.

# “Bang Jalal siapa?”
Tanyanya dengan nada agak tinggi.

# “Tentu saja Jalaluddin Rahmat! Di Bandung siapa lagi Bang Jalal selain dia… kalau di Yogya ada Bang Jalal Muksin”

# “Ya,…. kadang-kadang saja saya ikut”
# “Di Pekalongan,… (sambil seperti mengingat-ingat) kenal juga dengan Ahmad Baraqba?”

Pasien terakhir itu tampak terkejut dengan pertanyaan yang terkahir itu, tetapi dia segera menjawab

# “Tidak! Siapa yang dokter maksudkan dengan nama itu dan apa hubungannya dengan penyakit saya?”

Pasien terakhir itu tampak semakin jengkel dengan pertanyaan-tanyaan dokter yang semakin tidak mengarah itu. Tetapi justru dokter Hanung manggut-manggut dengan keterkejutan pasien terakhirnya. Dia menduga bahwa penelitian penyakit pasiennya itu hampir selesai.

Akhirnya dengan suara yang penuh dengan tekanan dokter Hanung berkata,

# “Begini saudari, saya minta maaf atas pertanyaan-pertanyaan saya yang ngelantur tadi, sekarang tolong jawab pertanyaan saya dengan jujur demi untuk therapi penyakit yang saudari derita,…”

Sekarang ganti pasien terakhir itu yang mengangkat muka mendengar perkataan dokter Hanung. Dia seakan terbengong dengan pertanyaan apa yang akan di lontarkan oleh dokter yang memeriksanya kali ini.

# “Sebenarnya saya amat terkejut dengan penyakit yang saudari derita, rasanya tidak mungkin seorang ukhti mengidap penyakit seperti ini”
# “Sakit apa Dok?”.

Pasien terakhir itu memotong kalimat dokter Hanung yang belum selesai dengan amat penasaran.

# “Melihat keluhan yang anda rasakan serta hasil laboratorium semuanya menyokong diagnosis gonore, penyakit yang disebabkan hubungan seksual”.

Seperti disambar geledek perempuan berjilbab biru dan berhijab itu, pasien terakhir dokter Hanung sore itu berteriak,

# “Tidak mungkin!!!”

Dia lantas terduduk di kursi lemah seakan tak berdaya, mendengar keterangan dokter Hanung. Pandang matanya kosong seakan kehilangan harapan dan bahkan seperti tidak punya semangat hidup lagi.

Sementara itu pembantu dokter Hanung yang biasa mendaftar pasien yang akan berobat tampak mondar-mandir seperti ingin tahu apa yang terjadi. Tidak seperti biasanya dokter Hanung memeriksa pasien begitu lama seperti sore ini. Barangkali karena dia pasien terakhir sehingga merasa tidak terlalu tergesa-gesa maka pemeriksaannya berjalan agak lama. Tetapi kemudian dia terkejut mendengar jerit pasien terakhir itu sehingga ia merasa ingin tahu apa yang terjadi.

Dokter Hanung dengan pengalamannya selama praktek tidak terlalu kaget dengan reaksi pasien terakhirnya sore itu. Hanya yang dia tidak habis pikir itu kenapa perempuan berjilbab rapat itu mengidap penyakit yang biasa menjangkiti perempuan-perempuan rusak. Sudah dua pasien dia temukan akhir-akhir ini yang mengidap penyakit yang sama dan uniknya sama-sama mengenakan busana muslimah. Hanya saja yang pertama dahulu tidak mengenakan hijab penutup muka seperti pasien yang terakhirnya sore hari itu. Dulu pasien yang pernah mengidap penyakit yang seperti itu juga menggunakan pakaian muslimah, ketika didesak akhirnya dia mengatakan bahwa dirinya biasa kawin mut’ah. Pasiennya yang dahulu itu telah terlibat jauh dengan pola pikir dan gerakan Syi’ah yang ada di Bandung ini. Dari pengalaman itu timbul pikirannya menanyakan macam-macam hal mengenai tokoh-tokoh Syi’ah yang pernah dia kenal di kota Kembang ini dan juga kebetulan mempunyai seorang teman dari Pekalongan yang menceritakan perkembangan gerakan Syi’ah di Pekalongan. Beliau bermaksud untuk menyingkap tabir yang menyelimuti rahasia perempuan yang ada didepannya sore itu.

# “Bagaimana saudari,… penyakit yang anda derita ini tidak mengenali kecuali orang-orang yang biasa berganti-ganti pasangan seks. Rasanya itu tidak mungkin terjadi pada seorang muslimah seperti diri anda. Kalau itu masa lalu saudari baiklah saya memahami dan semoga dapat sembuh, bertaubatlah kepada Allah, … atau mungkin ada kemungkinan lain,…?”

Pertanyaan dokter Hanung itu telah membuat pasien terakhirnya mengangkat muka sejenak, lalu menunduk lagi seperti tidak memiliki cukup kekuatan lagi untuk berkata-kata. Dokter Hanung dengan sabar menanti jawaban pasien terakhirnya sore itu. Beliau beranjak dari kursi memanggil pembantunya agar mengemasi peralatan untuk segera tutup setelah selesai menangani pasien terakhirnya itu.

# “Saya tidak percaya dengan perkataan dokter tentang penyakit saya!” katanya terbata-bata.

# “Terserah saudari,… tetapi toh anda tidak dapat memungkiri kenyataan yang anda sandang-kan?”

# “Tetapi bagaimana mungkin mengidap penyakit laknat tersebut sedangkan saya selalu berada di dalam suasana hidup yang taat kepada hukum Allah?”

# “Sayapun berprasangka baik demikian terhadap diri anda,… tetapi kenyataan yang anda hadapi itu tidak dapat dipungkiri?”

Sejenak dokter dan pasien itu terdiam. Ruang periksa itu sepi. Kemudian terdengar suara dari pintu yang dibuka pembantu dokter yang mengemasi barang-barang peralatan administrasi pendaftaran pasien. Pembantu dokter itu lantas keluar lagi dengan wajah penuh dengan tanda tanya mengetahui dokter Hanung yang menunggui pasien terakhirnya itu.

# “Cobalah introspeksi diri lagi, barangkali ada yang salah,… sebab secara medis tidak mungkin seseorang mengidap penyakit ini kecuali dari sebab tersebut”.

# “Tidak dokter,… selama ini saya benar-benar hidup secara baik menurut tuntunan syari’at islam,… saya tetap tidak percaya dengan analisa dokter!”.

Dokter Hanung mengerutkan keningnya men-dengar jawaban pasien terakhirnya itu. Dia tidak merasa sakit hati dengan perkataan pasiennya yang berulang kali mengatakan tidak percaya dengan analisanya. Untuk apa marah kepada orang sakit. Paling juga hanya menambah parah penyakitnya saja, dan lagi analisanya toh tidak menjadi salah hanya karena disalahkan oleh paiennya. Dengan penuh kearifan dokter itu bertanya lagi….

# “Barangkali anda biasa kawin mut’ah?”

Pasien terakhir itu mengangkat muka.

# “Iya dokter!” “Apa maksud dokter?”
# “Itukan berarti anda sering kali ganti pasangan seks secara bebas!”
# “Lho,… tapi itukan benar menurut syari’at Islam Dok!”

Pasien terakhir itu membela diri

# “Ooo,… jadi begitu,… kalau dari tadi anda mengatakan begitu saya tidak bersusah payah mengungkapkan penyakit anda. Tegasnya anda ini pengikut Syi’ah yang bebas berganti-ganti pasangan mut’ah semau anda. Ya itulah petualangan seks yang anda lakukan. Hentikan itu kalau anda ingin selamat”.

# “Bagaimana dokter ini, saya kan hidup secara benar menurut syari’at Islam sesuai dengan keyakinan saya, dokter malah melarang saya dengan dalih-dalih medis”.

Sampai disini dokter Hanung terdiam. Sepasang giginya terkatup rapat dan dari wajahnya terpancar kemarahan yang sangat terhadap perkataan pasien terakhirnya yang tidak punya aturan itu. Kemudian keluarlah perkataan yang berat penuh tekanan.

# “Terserah apa kata saudari membela diri,…. Anda lanjutkan petualangan seks anda. Dengan resiko anda akan berkubang dengan penyakit kelamin yang sangat mengerikan itu, dan sangat boleh jadi pada suatu tingkat nanti anda akan mengidap penyakit AIDS yang sangat mengerikan itu,…..atau anda hentikan dan bertaubat kepada Allah dari mengikuti ajaran bejat itu kalau anda menghendaki kesembuhan”.

# “Ma…maaf Dok, saya telah membuat dokter tersinggung!”

Dokter Hanung hanya mengangguk menjawab perkataan pasien terakhirnya yang terbata-bata itu.

# “Begini saudari,…tidak ada gunanya resep saya berikan kepada anda kalau toh tidak berhenti dari praktek kehidupan yang selama ini anda jalani. Dan semua dokter yang anda datangi pasti akan bersikap sama,…sebab itu terserah kepada saudari. Saya tidak bersedia memberikan resep kalau toh anda tidak mau berhenti”.

# “Ba…BBaik Dok,…Insya Allah akan saya hentikan!”

Dokter Hanung segera menuliskan resep untuk pasien yang terakhirnya itu, kemudian menyodorkan kepadanya.

# “Berapa Dok?”
# “Tak usahlah,…saya sudah amat bersyukur kalau anda mau menghentikan cara hidup binatang itu dan kembali kepada cara hidup yang benar menurut tuntunan yang benar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Saya relakan itu untuk membeli resep saja”.

Pasien terakhir dokter Hanung itu tersipu-sipu mendengar jawaban dokter Hanung.

# “Terimah kasih Dok,…permisi!”

Perempuan itu kembali melangkah satu-satu di peralatan rumah Dokter Hanung. Ia berjalan keluar teras dekat bougenvil biru yang seakan menyatu dengan warna jilbabnya. Sampai digerbang dia menoleh sekali lagi ke teras, kemudian hilang di telan keramaian kota Bandung yang telah mulai temaran di sore itu.

Sumber: Buku Mengapa Kita Menolak Syi’ah, Hal.254-256, dikutip dari ASA edisi 5, 1411 H.
Dikutip dari : haulasyiah. wordpress. com/2009/08/28/akhir-petualangan-si-pasien-terakhir/

"Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (QS. Az-Zukhruf : 43)

0 comments:

Bukti Otentik Kiamat Makin Dekat


Masih ingatkah beberapa tahun lalu, kalau kiamat di gembor-gemborkan akan terjadi pada tahun 2012? isu yang hangat ini diperbincangkan oleh semua kalangan, baik didalam negeri sendiri maupun di negeri seberang, bahkan isu tentang kiamat ini di manfa'atkan oleh segelintir orang untuk meraup keuntungan. Apa keuntungan? iya, dengan membuat film yang bertemakan dengan kiamat lah mereka bisa meraup pundi-pundi keuntungan. Sejak isu itu ada sebuah film yg telah tayang bahkan film ini telah meraup keuntungan besar adalah film kiamat yang brjudul 2012. Film ini mengisahkan bumi mengalami kerusakan pada 21 desember 2012 dan banyak korban yang jatuh namun ada beberapa orang yang berhasil selamat karena menaiki sebuah kapal besar.
    Melancong dari topik pembahasan sejenak , saya akan sedikit membeberkan  faktor apa yang akan membuat kiamat akan segera tiba.  Faktor yg menyebabkan terjadiny peristiwa  itu tak sedikit diantara ialah terpecahnya Agama menjadi beberapa golongan .
oke to the point aja!

  Mulai dari perbedaan Agama,berujung ke perbedaan golongan antar Agama. Agama dengan pemeluk terbesar di jagat raya ini ya'ni  "Islam" kini terpecah menjadi beberapa golongan sebut saja :Sunni,Muhammaddiyyah,Ahmadiyyah,Wahabi,JIL,Syiah dll.
  Tak lepas dari perpecahab golongan "Kristen" pun terpecah menjadi beberapa golongan ya'ni : Protestan, Katholik, Orthodoks ,Saksi Yehofah.
Sesuai dengan apa yang di sabdakan oleh Nabi bahwa : “Umat Yahudi telah terpecah-belah menjadi tujuh puluh satu golongan. Dan umat Nasrani telah terpecah-belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Sementara umat ini (Islam) akan terpecah-belah menjadi tujuh puluh tiga golongan.”
   Baru-baru ini konon muncul  Agama baru yg meniru Islam Adalah Agama baru kristian ortodok dari syria dan lebanon namanya : Kristen Ortodoks Syiria (KOS). Mereka sholat, puasa, zakat, Gerejanya berbentuk Masjid, dll. Bangunan Gerejanya persis seperti Masjid milik Ummat muslim. Bila dengar bacaan-bacaannya pun seperti alunan ayat quran. Sungguh khawatir teruntuk anak-anak dan generasi kita, juga nantinya, jika kita kurang bertauhid (bertaqwa). Aliran baru ini masuk ke Indonesia dari Syiria & Libanon, Agama Kristen yg menyerupai Islam. Kenapa disebut agama baru? Karena Nabi Isa tak pernah mengajarkan kristen dan trinitas, semua Nabi dan Rasul termasuk Nabi Isa semua membawa agama tauhid kepada satu Tuhan yaitu Allah Ta'ala,dan agamanya yakni agama islam. Dan agama baru KOS (Kristen Ortodoks Syria) saat ini sedang berleluasa di Indonesia. Yg dibaca tu bukan Quran tapi injil dalam bahasa arab.
    Terlepas dari segala polemik Agama, ada yang lebih mencengangkan lagi.  Mereka adalah orang2 yang tak mempercayai adanya Tuhan "Atheisme" begetiluh sebutannya, Bukan menjadi rahasia umum lagi kalu tak sedikit bangsa Eropa yang mengumbar dengan penuh bangga,keberanian nan kepercayaan diri bahwa dirinya menyandang status sebagai "Atheis". Tak hanya di Eropa bangsa kita sendiri pun sudah banyak yg menyandang status sebagai Orang2 yang tak mempercayai adanya Tuhan, bedanya mereka orang Eropa dengan penuh bangganya mengumbar sebagai kaum Atheisme di Indonesia tak ada yg berani demikian, Mengapa? Karena  Pemerintah Indonesia secara resmi tak menyediakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai kepercayaan yang sah untuk dianut oleh Bangsa ini.
   Dengan terpecahnya  Agama menjadi sekian banyak golongan ini menunjukkan bahwa Kiamat makin dekat, memang kita tidak tahu kapan kiamat akan datang( hanya Tuhan lah yang soal ini), yang jelas dengan ini ada gambaran jelas bahwa kiamat akan semakin dekat
    well, bersiaplah!!! kiamat makin dekat
_Naudzubillahi mindzalik

sumber gambar :  http://cms.jakartapress.com/files/news/201212

0 comments:

Are You Ready?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai mencanangkan penerapan Ujian Nasional (UN) online bagi siswa. Namun, pelaksanaan ujian ini tidak serta-merta dilakukan sekaligus karena masih memerlukan penyesuaian, terutama mengenai kesiapan infrastruktur teknologi di berbagai daerah.

Plt Kepala Puspendik Kemendikbud Nizam mengatakan, sekolah-sekolah di daerah di Indonesia menyambut adanya UN online ini. Sekolah-sekolah itu cukup antusias karena banyak sekolah yang sudah lengkap sistem komputernya.

"Sudah banyak yang menulis pakai komputer daripada pakai tangan," ujarnya saat ditemui seusai sidang Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Dia menuturkan, komputerisasi sudah menjangkau beberapa daerah di wilayah Indonesia timur. Beberapa sekolah, di Papua misalnya, sudah mulai menggunakan komputer.

Nizam mengatakan, pelaksanaan UN online akan dipersiapkan secara bertahap. Tahun ini, pelaksanaannya mulai diterapkan pada sekolah-sekolah Indonesia yang ada di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Belanda.

"Tahun ini kita coba untuk sekolah-sekolah Indonesia di luar negeri. Kita kirim soal ke luar negeri karena di sana yang sudah siap dengan infrastrukturnya," imbuh Nizam.

Untuk menyambut ujian online ini, beberapa sekolah juga telah diujikan secara terbatas. Ujian secara online sudah mulai diterapkan bagi siswa, misalnya, dengan menggelar ulangan harian  secara online.

"Beberapa sekolah sudah mulai melakukan itu meski bukan untuk UN, tapi untuk ujian kelas," katanya.

Selanjutnya, pada sekolah yang sudah siap tadi, menurut Nizam, Kemendikbud berencana akan melakukan uji coba UN online pada 2015 nanti.

"Prototipenya sudah siap, baik itu sistem maupun bentuk soalnya. UN online 2015 kita buat sebagai pilot project. Kalau nanti dari perkembangannya dilihat bisa lebih baik, kalau berhasil, kita coba 2016 secara bertahap. Kita lihat kondisi di lapangan," ujar Nizam.

Menurut dia, penerapan UN online merupakan salah satu pemanfaatan teknologi informasi yang kian pesat saat ini. Hal demikian, lanjut Nizam, guna mencegah beberapa masalah yang kerap terjadi saat UN, yaitu pemborosan penggunaan kertas, keamanan, dan kebocoran soal.

sumber :  http://edukasi.kompas.com/read/2014/03/07/1127369/UN.Online.Akan.Diuji.Coba.pada.2015

0 comments:

Masjid Turen Malang

          Masjid  ajaib atau Masjid tiban begitulah orang2 menyebutnya. “Tiban” sendiri  berarti  tiba-tiba ada, Mengapa seperti itu? usut punya usut konon Masjid ini di bangun dengan bantuan bangsa Jin. Namun,   Kita jangan terburu-buru untuk  mempercayai,suatu yg belum tentu kebenarannya !

          Masjid megah yang merupakan area Pondok Pesanten  Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah yg beralamatkan di jalan KH. Wahid Hasyim Gg Anggur No. 10 Rt 07/ Rw 06, Sananrejo, Turen, Malang  Jawa Timur. Masjid ini di bangun pada tahun 1978 oleh Romo Kyai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al- Mahbub Rahmat Alam, pendiri Ponpes ini lebih akrab di sapa Romo Kyai Ahmad. Arsitektur bangunan yang di bangun di atas lahan seluas 4 hektar ini merupakan hasil Istikharah KH Ahmad Bahru Mafdlaludin Soleh. Tak heran kalau arsitektur bangunan masjid ini terlihat unik dan mengagumkan.

       Hal inilah yang mungkin menjadikan banyak orang yang penasaran untuk melihat dan membuktikan keberadaan masjid ini. Sehingga tak heran jika diarea masjid ini dapat anda temui banyak orang yang datang untuk berwisata sembari mengobati rasa penasaran mereka akan asal usul masjid ini.

      Masjid ini sendiri mulai dibangun pada pada tahun 1991 dan sampai saat ini pembangunan Masjid Tiban ini belum bisa dikatakan rampung.  anggapan masyarakat tentang keberadaan masjid yang dianggap mistis, ada secara tiba-tiba dan dianggap tidak diketahui waktu pembuatannya oleh masyarakat merupakan anggapan yang keliru. Beliau menuturkan bahwa semua yang ada dimasjid Tiban ini merupakan hasil dari proses pembangunan yang sudah dumulai sejak 1991.

      Terlepas dari anggapan masyarakat tentang masjid Tiban ini, ada beberapa kekaguman yang kami dapatkan ketika kami mengunjungi tempat tersebut. Yang pertama adalah tentang kemegahan yang kami tangkap ketika pertama kali memasuki area masjid ini. Memang masjid ini masih dalam taraf pembangunan, namun bayangan akan hal ini sudah terasa ketika kami masuk kearea masjid menuju ke area parkir. Kedua adalah tentang masalah ketenaga kerjaan yang mana semua proses pembangun masjid ini dilakukan oleh santri dimasjid tersebut. Kemudian adalah masalah pendanaan.Pendanaan juga dilakukan oleh para jamaah pondok tersebut tanpa adanya campur tangan pihak luar. Dituliskan pula dalam salah satu pedoman pembanguna masjid tersebut bahwa dalam membagun masjid tersebut dilarang adanya sikap meminta-minta, sikap tomak dan Tidak hutang. Meskipun demikian jika Anda berkunjung kesana anda tidak perlu untuk mengeluarkan uang sepeserpun atau gratis. Bahkan kita juga dapat bermalam disini lo. Tinggal kita laporan ke ruang informasi atas keinginan kita untuk bermalam di Masjid ini, lalu kita akan di antarkan menuju sebuah tempat yang emang sudah di sediakan bagi orang2 yang ingin bermalam disini.(serasa hotel bedanya cuman disini free.., hahaha)

            Masjid ini terdiri dari lantai 10 yang dapat anda jelajahi dengan menggunakan lift ataupun dengan melalui anak tangga yang telah disediakan. Pada lantai dasar yang, pintu masuk dibuat berlorong dan dihiasi dengan lampu yang memberikan kesan tersendiri. Disalah satu lantai Anda bisa menemukan toko yang menjual makanan ringan serta toko cinderamata. Pada lantai sembilan Anda dapat melihat pemandangan yang indah baik itu didalam komplek atau diluar kompleks pendok pesantren.
 
               Puas menjelajahi masjid hingga lantai sembilan Anda bisa keluar dan menjelajahi toko yang menjual bermacam-macam cinderamata. Anda juga bisa mendapatkan kaset cd yang berisikan tentang pondok Pesantren Biharu Bahri’Asali Fadlaailir Rahmah. Selain itu disalah satu tempat terdapat area yang digunakan khusus untuk satwa, seperti kera, burung cenderawasih, rusa, burung kakatua, ayam bekantan dan beberapa macam satwa lainnya.

            Jika Anda pertama kali mengunjungi tempat ini Anda akan diberikan kartu masuk yang nantinya harus Anda serahkan ke bagian informasi sekaligus mengambil kartu untuk keluar. hal ini dimaksudkan untuk kemanan.

Akses menuju lokasi sangatlah mudah untuk dijangkau dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda4. Meskipun demikian publikasi tentang adanya masjid ini sangatlah kurang. Sehingga tidak semua orang tahu layaknya tempat-tempat wisata lainnya yang ada di Indonesia.

0 comments:

UIN Sunan Kalijaga Jogja Dengan Berbagai Prodinya

             Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (bahasa Inggris: Sunan Kalijaga State Islamic University), sering disingkat UIN  Sunan Kalijaga (Suka), adalah Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) pertama di Indonesia.
Secara kelembagaan, kini IAIN Sunan Kalijaga telah melakukan transformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama Nomor 01/0/SKB/2004 dan Nomor ND/B.V/I/Hk.001/058/04 Tanggal 23 Januari 2004, yang diperkuat lagi dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2004 Tanggal 21 Juni 2004. Transformasi tersebut mendorong UIN Sunan Kalijaga melakukan pembenahan dan pengembangan di berbagai bidang, termasuk bidang manajemen dan akademik. Kerjasama dengan berbagai pihak baik dengan pihak di luar negeri maupun di luar negeri juga sedang dibangun.
UIN Sunan Kalijaga menawarkan model pendidikan dan kajian yang: (a) Integratif-Interkonektif: sistem keterpaduan dalam pengembangan akademik, manajemen, kemahasiswaan, kerjasama, dan entrepreneurship. (b) Dedikatif – Inovatif: bersikap dedikatif, amanah, pro mutu, berpikir dan bergerak aktif, kreatif, cerdas, dan inovatif; tidak sekadar bekerja rutin dan rajin. (c) Inklusif-Continuous Improvement: bersifat terbuka, akuntabel, dan komit terhadap perubahan dan keberlanjutan.
Berdasarkan publikasi dari World Universities Web Ranking (4icu.org) Edisi Januari 2013, UIN Sunan Kalijaga berada di urutan 44 dari 351 Perguruan Tinggi Indonesia dan urutan 1 (pertama) dari seluruh PTAIN yang ada di Indonesia. Di samping itu, UIN Sunan Kalijaga telah bersertifikat internasional ISO 9001: 2008 dari TUV Rheinland.
Bidang studi di UIN SUKA
1. Fakultas Adab dan Ilmu Budaya
Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA)
Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI)
Jurusan Ilmu Perpustakaan (IP)
Jurusan Sastra Inggris (SI)
2. Fakultas Dakwah
Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI)
Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)
Jurusan Manajemen Dakwah (MD)
Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS)

3. Fakultas Syari’ah dan Hukum
Jurusan Al-Ahwal al-Syakhsiyyah(AS) /Hukum Keluarga Islam
Jurusan Perbandingan Mazhab & Hukum (PMH)
Jurusan Jinayah Siyasah (JS)/Hukum Pidana & Tata Negara Islam
Jurusan Mu’amalat (MU)/Hukum Perdata & Bisnis Islam
Jurusan Keuangan Islam (KUI)
Jurusan Ilmu Hukum (IH)
4. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI)
Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
Pendidikan Guru Raudlotul Athfal (PGRA)
5. Fakultas Ushuluddin dan pemikiran Islam
Jurusan Aqidah dan Filsafat (AF)
Jurusan Perbandingan Agama (PA)
Jurusan Tafsir dan Hadis (TH)
Jurusan Sosiologi Agama (SA)
6. Fakultas Sains dan Teknologi
Jurusan Matematika (MAT)
Jurusan Fisika (FIS)
Jurusan Kimia (KIM)
Jurusan Biologi (BIO)
Jurusan Teknik Informatika (TINF)
Jurusan Teknik Industri (TIND)
Jurusan Pendidikan Matematika (PMAT)
Jurusan Pendidikan Kimia (PKIM)
Jurusan Pendidikan Biologi (PBIO)
Jurusan Pendidikan Fisika (PFIS)
Jurusan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
Jurusan Psikologi (PSI)
Jurusan Sosiologi (SOS)
Jurusan Ilmu Komunikasi (IKOM)
7. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Prodi Ekonomi Syari’ah
Prodi Perbankan Syari’ah


0 comments:

Members