Masjid Turen Malang

          Masjid  ajaib atau Masjid tiban begitulah orang2 menyebutnya. “Tiban” sendiri  berarti  tiba-tiba ada, Mengapa seperti itu? usut punya usut konon Masjid ini di bangun dengan bantuan bangsa Jin. Namun,   Kita jangan terburu-buru untuk  mempercayai,suatu yg belum tentu kebenarannya !

          Masjid megah yang merupakan area Pondok Pesanten  Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah yg beralamatkan di jalan KH. Wahid Hasyim Gg Anggur No. 10 Rt 07/ Rw 06, Sananrejo, Turen, Malang  Jawa Timur. Masjid ini di bangun pada tahun 1978 oleh Romo Kyai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al- Mahbub Rahmat Alam, pendiri Ponpes ini lebih akrab di sapa Romo Kyai Ahmad. Arsitektur bangunan yang di bangun di atas lahan seluas 4 hektar ini merupakan hasil Istikharah KH Ahmad Bahru Mafdlaludin Soleh. Tak heran kalau arsitektur bangunan masjid ini terlihat unik dan mengagumkan.

       Hal inilah yang mungkin menjadikan banyak orang yang penasaran untuk melihat dan membuktikan keberadaan masjid ini. Sehingga tak heran jika diarea masjid ini dapat anda temui banyak orang yang datang untuk berwisata sembari mengobati rasa penasaran mereka akan asal usul masjid ini.

      Masjid ini sendiri mulai dibangun pada pada tahun 1991 dan sampai saat ini pembangunan Masjid Tiban ini belum bisa dikatakan rampung.  anggapan masyarakat tentang keberadaan masjid yang dianggap mistis, ada secara tiba-tiba dan dianggap tidak diketahui waktu pembuatannya oleh masyarakat merupakan anggapan yang keliru. Beliau menuturkan bahwa semua yang ada dimasjid Tiban ini merupakan hasil dari proses pembangunan yang sudah dumulai sejak 1991.

      Terlepas dari anggapan masyarakat tentang masjid Tiban ini, ada beberapa kekaguman yang kami dapatkan ketika kami mengunjungi tempat tersebut. Yang pertama adalah tentang kemegahan yang kami tangkap ketika pertama kali memasuki area masjid ini. Memang masjid ini masih dalam taraf pembangunan, namun bayangan akan hal ini sudah terasa ketika kami masuk kearea masjid menuju ke area parkir. Kedua adalah tentang masalah ketenaga kerjaan yang mana semua proses pembangun masjid ini dilakukan oleh santri dimasjid tersebut. Kemudian adalah masalah pendanaan.Pendanaan juga dilakukan oleh para jamaah pondok tersebut tanpa adanya campur tangan pihak luar. Dituliskan pula dalam salah satu pedoman pembanguna masjid tersebut bahwa dalam membagun masjid tersebut dilarang adanya sikap meminta-minta, sikap tomak dan Tidak hutang. Meskipun demikian jika Anda berkunjung kesana anda tidak perlu untuk mengeluarkan uang sepeserpun atau gratis. Bahkan kita juga dapat bermalam disini lo. Tinggal kita laporan ke ruang informasi atas keinginan kita untuk bermalam di Masjid ini, lalu kita akan di antarkan menuju sebuah tempat yang emang sudah di sediakan bagi orang2 yang ingin bermalam disini.(serasa hotel bedanya cuman disini free.., hahaha)

            Masjid ini terdiri dari lantai 10 yang dapat anda jelajahi dengan menggunakan lift ataupun dengan melalui anak tangga yang telah disediakan. Pada lantai dasar yang, pintu masuk dibuat berlorong dan dihiasi dengan lampu yang memberikan kesan tersendiri. Disalah satu lantai Anda bisa menemukan toko yang menjual makanan ringan serta toko cinderamata. Pada lantai sembilan Anda dapat melihat pemandangan yang indah baik itu didalam komplek atau diluar kompleks pendok pesantren.
 
               Puas menjelajahi masjid hingga lantai sembilan Anda bisa keluar dan menjelajahi toko yang menjual bermacam-macam cinderamata. Anda juga bisa mendapatkan kaset cd yang berisikan tentang pondok Pesantren Biharu Bahri’Asali Fadlaailir Rahmah. Selain itu disalah satu tempat terdapat area yang digunakan khusus untuk satwa, seperti kera, burung cenderawasih, rusa, burung kakatua, ayam bekantan dan beberapa macam satwa lainnya.

            Jika Anda pertama kali mengunjungi tempat ini Anda akan diberikan kartu masuk yang nantinya harus Anda serahkan ke bagian informasi sekaligus mengambil kartu untuk keluar. hal ini dimaksudkan untuk kemanan.

Akses menuju lokasi sangatlah mudah untuk dijangkau dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda4. Meskipun demikian publikasi tentang adanya masjid ini sangatlah kurang. Sehingga tidak semua orang tahu layaknya tempat-tempat wisata lainnya yang ada di Indonesia.

0 comments:

Members